Kisah Memories of Alhambra

Kisah Memories of Alhambra

Kisah Memories of Alhambra dikemas apik. Drama Korea “Memories of Alhambra” sejak awal menarik minat banyak orang segera setelah tayang perdananya pada akhir tahun 2018 lalu. Dengan setting drama di Istana Alhambra nan megah dan menyimpan sejarah peradaban Islam di masanya. Kisah drama Korea ini sangat menarik untuk disimak. Dalam penggalam ceritanya kita dapat menikmati kemegahan yang tersimpan di Istana Alhambra.

Kisah dalam “Memories of Alhambra” menyimpan keunikan tersendiri. Inilah kisah pertama dalam drama korea yang memiliki alur cerita kombinasi dari teknologi gim, nuansa fiksi, roman dan sejarah menjadi satu cerita.

Pilihan pemeran tokoh utamanya adalah aktor tampan Hyu Bin sebagai Yoo Jin-woo. Yoo Jin-woo dikisahkan sebagai kepala perusahaan investasi IT yang ambisius sekaligus memiliki pribadi humoris dan humanis.  Yoo Jin-woo satu kali bergegas terbang ke Granada, Spanyol untuk  setelah menerima telfon Seju, seorang pembuat aplikasi gim untuk bertemu di kota ini. Sayangnya Seju tidak pernah sampai di statiun Granada dalam perjalanannya dengan kereta dari Bercelona ke Granada. Ia menghilang secara misterius dalam perjalanannya dalam kereta itu.

Yoo Jin-woo melihat potensi gim yang dikembangkan Seju dan akhirnya menginvestasikan 10 milyar won ntuk membelinya. Namun pengembangan aplikasi gim ini mengalami error dala, pengkodean sehingga mengakibatkan kematian penggunanya

Aplikasi gim yang dikisahkan mirip dengan gim yang ada saat ini. Gim interaktif yang memberikan pengalaman bagi pengguna dengan fitur-fitur yang ada didalamnya. Gim dinikmati dengan menggunakan lensa kontak khusus dan mewajibkan penggunaan menyelesaikan berbagai tugas untuk bisa naik dalam level  permainan yang lebih tinggi.

Kisah yang megnhebohkan dimulai ketika Yoo Jin-woo bertarung dengan rivalnya Chang Hyeong-seok yang diperankan oleh aktor Jang Hoon. Hyeong-seok yang kalah dalam pertarungan gim ini ternyata ditemukan mati dalam dunia nyata. Kemudian hantu Hyeng-seok seolah gentayangan dan selalu ikut serta dalam pertarungan gim melawan Yoo Jin-woo.

Yoon Jin-woo memutuskan untuk terus menyelesaikan pertarungan dalam gim itu, karena yakin harus ada yang memperbaiki pengkodean yang error tersebut. Sekaligus mencari Seju, di pembuat aplikasi gim ini.

Dalam pencariannya mencari jalan untuk menyelesaian pengkodean gim. Yoo Jin-woo terlibat dalam pergolakan masalah yang berhubungan dengan persoalan hidup sebelumnya. Yoo Jin-woo adalah pria sinis, walaupun sebenarnya seorang yang humoris dan ramah, karena telah dua kali bercerai. Bahkan istri pertamanya setelah bercerai menikah dengan rivalnya sendiri. Istri keduanya memanfaatkan dirinya untuk kepentingan harta semata. Dunianya seperti hancur, tiada lagi yang membuatnya bahagia.

Dalam perjalanannya ke Granada itulah Yoo jin-woo bertemu dengan Hiu-jin, kakak dari Seju yang mengelola hostel keluarga mereka. Seju adalah wanita polos yang berhasil mengetuk hati Yoo Jin-woo.

Namun kisah romantika Yoo Jin-woo dan Hiu-jin tidak mulus. Yoo Jin-woo harus menyelesaikan sistem pengkodean yang error terlebih dahulu agar hubungan mereka bisa berlanjut. Dengan konsekuensi permainan ini bisa merenggut nyawanya juga.

Akhir dari cerita ini mungkin tidak terlalu memuaskan para penikmat kisah roman karena ceritanya dibuat menggantung. Situasi akhir yang ditampilkan juga tidak seperti cerita cinta. Karena penulis kisah  “Memories of Alhambra” sejak awal ingin menampilkan fokus drama ini pada genre baru yaitu tentang fiksi teknologi perkembangan gim. Cerita roman hanya bumbu cerita, buka tema kisah utama cerita ini.

Namun demikian setting adegan di lokasi Istana Alhambra, berbagai cukilan kisah berbasis sejarah kota Granada, diceritakannya simbol-simbol yang terukir dalam bangunan sejarah Istana Alhambra membuat kisah ini semakin menarik. Kisah drama ini membuka memori kita tentang kemegahan peradaban Islam yang pernah ada pada zamannya. Cukilan tentang cerita Fatima, Puteri Nabi Muhammad SAW menurut versi penulisnya diangkat dalam drama ini. Walaupun penafsiran cerita Fatima tidak sesuai dengan pemahaman agama Islam yang benar.

Adegan demi adegan dengan latar belakang Istana Alhambra memperlihatkan sisi cantik kompleks bangunan istana, berikut keindahan kota Granada dan alam sekitarnya. Bagi yang belum pernah mengunjungi Granada, maka drama ini membuat kita bisa menikmati kota Granada dan istana Alhambra dari dekat lewat layar kaca.

Akankah melihat Istana Alhambra menjadi momen kita mengingat kembali kemegahan peradaban Islam yang pernah ada? Untuk kembali membangun peradaban yang telah terserak oleh sejarah.****

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *